9. sql

 




Merupakan salah satu jenis bahasa program adalah SQL. SQL adalah singkatan dari Structured Query Language. Dari semua jenis bahasa program yang ada, SQL adalah bahasa khusus yang digunakan untuk proses mengakses data, khususnya data-data dengan basis relasional. Oleh sebab itulah, kemampuan membaca sekaligus mengartikan bahasa SQL adalah salah satu hal yang wajib dimiliki oleh setiap software dan server database.

SQL adalah bahasa standar yang dipakai untuk menjalankan beragam kerja, tugas dan perintah dalam database. Agar dapat berfungsi dengan baik sesuai tujuan, maka SQL memiliki sejumlah statement berisikan perintah untuk menjalankan kerja dalam database, seperti menyimpan dan mengambil data, menampilkan data tertentu, menghapus data, memodifikasi hingga menambah data dalam database.

Jenis-Jenis SQL dalam Database

Pada dasarnya menggunakan SQL sama saja dengan bahasa pemrograman lain. Namun terdapat tiga jenis bahasa SQL. Ketiga jenis bahasa SQL adalah Data Manipulation Language (DML), Data Control Language (DCL) dan Data Definition Language (DDL). Kesemua bahasa SQL ini sama-sama menerapkan standar dari ANSI, namun masing-masing bahasa digunakan dalam Sistem Manajemen Basis Data (SMBD) yang berbeda.

Lantas apa saja kegunaan dan perbedaan masing-masing bahasa SQL? Berikut pembahasannya.

DML (Data Manipulation Language)

Tipe bahasa pertama SQL adalah Data Manipulation Language atau DML. Sesuai namanya, Data Manipulation Language digunakan untuk melakukan manipulasi data dalam suatu database.

Untuk menjalankan tugas tersebut, Data Manipulation Language memiliki empat perintah yakni select, update, insert, dan delete. Penjelasan masing-masing perintah antara lain:

  • Select

Fungsi select digunakan untuk menampilkan data dalam database. Dengan fungsi select, Anda bisa mengambil atau menampilkan data dalam sebuah tabel. Fitur select juga memungkinkan Anda untuk mengambil dan menampilkan lebih dari satu jenis data dalam lebih dari satu tabel.

  • Update

Fungsi update dalam sistem SQL adalah untuk mengubah dan memperbaharui data dalam database. Fitur ini juga bermanfaat untuk memperbaiki data yang salah diinput ke database sehingga Anda tidak perlu untuk mengunggah data dari awal ke sistem.

  • Insert

Selanjutnya adalah perintah insert guna menambah record data baru ke dalam tabel database. Kapanpun Anda butuh untuk menambah data ke dalam database, cukup gunakan fitur insert. Nantinya, data akan terunggah ke dalam sistem lewat fitur ini.

  • Delete

Perintah terakhir dalam DML adalah delete. Fungsi ini berkebalikan dengan fungsi insert. Delete digunakan untuk menghapus record data dalam sebuah tabel di database.

DCL (Data Control Language)

Tipe kedua dari bahasa SQL adalah Data Control Language atau DCL. Berbeda dengan DML, DCL ditujukan khusus untuk mengatur kerahasiaan database oleh admin. Hal ini dikarenakan hak-hak pengguna database, mulai dari tabel hingga field dalam database, semua diatur dengan Data Control Language.

Dalam melaksanakan tugasnya, terdapat 2 jenis perintah utama Data Control Language yakni revoke dan grant. Kedua perintah ini memiliki kegunaan dan sifat yang bertolak belakang, yaitu:

  • Revoke

Perintah revoke umum digunakan oleh admin untuk menghapus dan mencabut hak akses pengguna ke database. Setelah pencabutan, pengguna tersebut tidak akan dapat mengakses database kembali sampai ia diberikan akses lewat fitur grant.

  • Grant

Berbanding terbalik dengan revoke, perintah grand dipakai untuk memberikan hak akses database ke pengguna lain. Untuk menjaga kerahasiaan database, hanya admin yang dapat memberikan akses ini kepada pengguna luar. Selain itu, pemberian akses ke database juga biasanya masih diatur dan dibatasi oleh admin.

DDL (Data Definition Language)

Tipe terakhir dari SQL adalah DDL alias Data Definition Language. Data Definition Language merupakan kumpulan perintah mendasar dalam bahasa SQL untuk pengoperasian database sebab ia dipakai untuk menyusun struktur database.

Ada beragam kegunaan dari Data Definition Language seperti membuat objek, menggunakan dan mengubah objek data, hingga menghapus basis data. Untuk menjalankan serangkaian tugas tersebut, Data Definition Language memiliki 5 jenis perintah antara lain:

  • Create

Sesuai namanya, perintah create digunakan untuk membuat database baru. Semisal Anda membuat sebuah tabel ataupun kolom baru untuk menampung data di database.

  • Drop

Fungsi drop berguna sebagai kebalikan dari create. Dengan perintah ini, Anda bisa menghapus database yang telah ada, termasuk menghapus kolom, indeks, dan tabel data.

  • Rename

Anda juga bisa mengganti nama tabel atau kolom dalam database. Caranya adalah dengan menggunakan perintah rename. Semisal tabel data yang Anda buat ternyata kurang tepat mencerminkan isi data, gunakan fitur rename untuk memperbaikinya alih-alih mengunggah data ulang.

  • Alter

Selain mengubah nama tabel, Anda juga bisa mengubah struktur tabel yang telah dibuat dengan menggunakan perintah alter. Dengan fungsi alter, Anda bisa menambah kolom, mengubah susunan, hingga menghapus kolom dengan mudah.

  • Show

Fitur terakhir dalam Data Definition Language adalah show. Sesuai namanya, perintah show dipakai untuk menampilkan data dan tabel dalam database ke pengguna.


Comments

Popular posts from this blog

5.ATRIBUT, ENTITAS DAN RELASI DALAM ERD

1 APA YANG DIHARAPKAN DARI MATA KULIAH BASIS DATA

6.RELASI -ERD